About Us
About Us

Forum Ngobras merupakan komunitas jurnalis peduli pada isu-isu kesehatan dan psikologi. Akan ada diskusi dua bulanan yang mengangkat isu terkini.

Behind Story of Forum Ngobras

Sore baru saja menyapa, ketika Rendra, Anna, Nida, Lilis, dan Ana, sudah duduk santai di sebuah kedai makan di bilangan Cikini, Jakarta Pusat. Dua kursi kayu memanjang berhadapan. Di tengah kursi yang memanjang itu ada sebuah meja besar yang di atasnya sudah tersaji  beberapa botol air mineral, dua porsi rujak dengan aneka buah segar menggugah selera. Ada juga dua piring berukuran mini, tempat sambal. Meliriknya saja sudah bikin liur mengalir.

Saya datang sedikit terlambat dan langsung menebar sapa serta cipika-cipiki kepada para sahabat, kecuali pada Rendra. Dia cowok paling ganteng di komunitas ini memang, jadi tidak boleh sembarangan cipika-cipiki.

Pelan-pelan saya melarutkan diri dalam obrolan ringan yang sudah berjalan. Biar ngobrolnya semakin lancar saya pun antusias memesan makanan. Maklum sore itu Ana menjadi “sponsor” karena dia baru menang lomba menulis.  Sssttt…ini perjanjian tidak tertulis di antara kami, jika ada yang ketiban rezeki nomplok wajib hukumnya menebar kebahagiaan dengan mentraktir makan.

Pertemuan yang digelar tepat pada Hari Kebangkitan Nasional 20 Oktober 2015 ini terbilang singkat. Direncanakan hanya dua hari sebelumnya. Awalnya banyak yang ingin datang tapi pada saat hari H, banyak yang mundur teratur karena beragam sebab.  Mulai dari meeting, piket, deadline, hingga tak bisa bolos karena ditongkrongin bos. Walhasil, dari sekitar 20 orang yang tergabung di grup WA Jihat (Jurnalis Indonesia Sehat), hanya 6 orang inilah yang bisa hadir di kongkow sore itu.

Tak apa, itu sudah biasa. Kami sampai punya jargon untuk itu,4L alias loe lagi-loe lagi. Bisa dibilang, inilah formasi tetap yang selalu sempat, kapanpun pertemuan dilakukan.

Padahal bukan karena tak ada kerjaan, tapi kami beruntung  punya waktu kerja fleksibel sehingga tak terikat jadwal atau jam kerja yang ketat. Untuk tidak dibilang bandel apalagi mangkir.. hehehe. Tapi tidak juga, soal kerja, kita semua usai kerja kok. Ada yang habis liputan, ada pula yang habis wawancara, dan ada yang langsung kongkow usai setor tulisan pada sang atasan.

Kami selalu berprinsip, tak apa belum punya kemerdekaan finansial asal punya kemerdekaan waktu. #salam super!

Setelah puas ngobrol santai ngalorngidul sambil diselingi nyinyir sana-sini, topik pun berganti pada misi awal kongkow kali ini. Kami ingin membuat forum diskusi tentang parenting.

Oya, tema ini berawal dari sebuah postingan artikel parenting di grup WA milik Jihat yang dilempar oleh Anna. Para Jihaters, demikian kami menyebut diri kami, menyambut topik itu dengan meriah. Hingga ada yang menyetuskan untuk membuat forum diskusi informal dengan mengundang pakar yang bersedia sharing gratis tanpa dibayar. Obrolan santai namun berbobot. Tidak hanya untuk diri sendiri tapi juga bisa dimuat di media masing-masing, tentu saja sesuai dengan rubrikasinya.

Mencari nama mengurai makna

Dari sekadar “berbalas pantun” jadilah sore itu kami membahasnya lebih detail. Langkah awalnya menentukan bentuk forum ini, bahwa audience-nya tak hanya Jihaters tapi juga terbuka untuk wartawan lain. Tidak perlu banyak agar tetap intim layaknya suasana ngobrol santai.  Temanya pun tak harus parenting, tapi bisa berganti mulai dari finansial, karier, asmara, dan banyak lagi. Sepakat!

Selanjutnya menentukan identitas dari forum ini. Apa ya namanya? Pertanyaan ini menari-nari di kepala kami. Sempat hening beberapa saat, berpikir dan sedikit menerawang. Apa ya kira-kira namanya?

Saya usulkan “Ngobras” akronim dari Ngobrol Bareng Psikolog.” Tapi kan temanya tidak harus parenting, adu argumen pun dimulai. Saya berkilah, kalau gitu Ngobrol Bareng Siapa saja.

Anna mengusulkan, kata Sahabat. NGOBRAS = Ngobrol Bareng Sahabat. Yayaya, tampak lebih manis.  Deal! Selain akronim, ada filosofi di balik kata Ngobras itu sendiri.

Dalam  dunia jahit menjahit, kata ngobras bermakna merapikan tepian kain. Karena itu, kami berharap forum ini bisa membantu merapikan beragam problem yang ada. Filosofi ini diterima, tanpa perlawanan berarti.  Bungkus!

Wujud forum sudah jelas, nama forum sudah di tangan, selanjutnya menentukan kapan event perdana NGOBRAS digelar!  Tema, waktu, tempat dan narsum kami tentukan. Lengkap dengan pembagian tugas para personil. Semua kebagian jatah.

Saya menghubungi narasumber, Anna mencari tempat, Nida membuat website. Rendra menggawangi sosmed, Ana dan Lilis koordinasi acara NGOBRAS perdana, seperti menyiapkan kebutuhan, menghubungi rekan jurnalis lain yang akan diundang, termasuk membuat pers release. Berangkat!

Mengapa perlu website? Website adalah muara dari forum ini. Jadi selain akan dimuat di media masing-masing, juga akan ditampilkan di www.ngobras.net Website juga akan berisi informasi penting lainnya yang akan diisi para founding mothers, begitu kami menyebut diri ini. Oya, dalam perjalanannya, bergabunglah Priska Siagian yang turut andil melahirkan website www.ngobras.net hingga tampak ciamik seperti saat ini.

Senja mulai mengintip kala NGOBRAS tuntas kami bahas. Saatnya menutup kongkow sore ini. Dengan semangat membara, kami bertekad melakukan semaksimal mungkin, menguatkan hati untuk tetap komitmen menggawangi forum ini.

Jujur saja, tak pernah kongkow bisa seproduktif ini. Biasanya hanya ngobrol ngalorngidul, sekadar refreshingdari penatnya rutinitas. Langkah kecil ini semoga bermakna, Forum Ngobras tidak hanya mencari solusi masalah pribadi, tapi juga memberi pemahaman yang benar bagi pembaca dan siapapun yang membutuhkan.

Tanpa dukungan dari semua pihak, ide ini tak ada artinya. Sebab kami tak punya cukup daya untuk bisa mencerdaskan sesama. Tapi kami percaya, tekad baja ini tak akan sia-sia. Sebab kami ingin bertumbuh bersama menjadi pribadi yang mendekati sempurna.

Tabik!

Ciganjur, 12 Januari 2016
Ella Nurlaila

Our Team

  • John thor

    Manager
  • Natasha

    Finance
  • Sonia

    Marketing